Showing posts with label Ikan Hias. Show all posts
Showing posts with label Ikan Hias. Show all posts

Sunday, February 2, 2014

Cara Beternak Ikan Cupang

Ikan cupang atau bahasa lainnya Betta sp adalah ikan yang hidup di air tawar, ikan hias cupang tersebar di beberapa negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Ikan hias cupang memiliki bentuk dan karakter yang sangat unik dan sifatnya yang agresif dalam mempertahankan wilayahnya.
Ikan hias cupang secara umum ada tiga golongan, yaitu ikan cupang untuk hiasan, ikan cupang untuk aduan dan juga ikan cupang liar. Kelebihan ikan hias cupang adalah daya adaptasi yang tinggi sehingga kalaupun ikan hias cupang di tempatkan di dalam wadah yang volume airnya sedikit dan tanpa kompresor, ikan hias cupang masih dapat bertahan hidup.
Utuk melakukan budi daya atau beternak ikan hias cupang, berikut panduannya:

Tempat
  • Tempat beternak ikan hias cupang bisa dibuat dari kaca layaknya akuarium dengan panjang minimal 1 meter, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm, Kemudian isi air bersih lebih kurang setinggi 20 cm.
  • Masukkan tanaman air seperti daun ketapang, eceng gondok atau tanaman sejenis lainnya. Fungsinya adalah untuk menampung busa yang dihasilkan oleh ikan cupang jantan.

 Bakalan
  • Cari induk cupang jantan yang sudah cukup umur ditandai dengan sudah bisa menghasilkan buih.
  • Sedangkan untuk induk ikan cupang betina yang sudah produktif ditandai dengan adanya titik putih dibawah perut.

 Proses Perkawinan
  • Selama 5 hari sebelum dikawinkan, pisahkan ikan cupang betina dengan ikan cupang jantan. Kemudian berikan makanan yang cukup untuk ikan cupang betina seperti jentik atau makanan kering. Jaga kebersihan air dengan sering mengganti air didalam wadah.
  • Tanda cupang betina siap dikawinkan adalah dengan pembengkakan di daerah perutnya dengan ukuran di luar kebiasaan. Kemudian pindahkan induk betina tersebut kedalam wadah yang berisi ikan cupang jantan.
  • Setelah proses perkawinan terjadi, pindahkan kembali ikan cupang betina, biarkan ikan cupang jantan bersama dengan telur.
  • Biasanya tiga hari kemudian telur ikan cupang mulai menetes.
  • Pindahkan juga ikan cupang jantan setelah dua hari, setelah anak-anak ikan cupang mulai bisa berenang. 

Tuesday, February 8, 2011

Perawatan Ikan Maskoki di Aquarium

Selain anda harus memperhatikan ukuran dan tingkat kepadatan akuarium, seta volume dan mutu air, anda juga tidak bisa mengabaikan suhu, tingkat keasaman dan kandungan lumut dalam aquarium, serta penempatan aquarium dan penyinaran akuarium, agar kondisi ikan maskoki milik anda bisa tetap prima dan sedap dipandang mata.

Suhu yang stabil
Ikan maskoki adalah makhluk air yang suhu tubuhnya bisa berubah-rubah, yang disesuaikan dengan lingkugan tempat tinggalnya (poikilotermik) atau biasa disebut dengan makhluk berdarah dingin, sama seperti hewan reptilia. Meskipun demikian ikan maskoki tidak dapat hidup sehat pada suhu air yang berubah-ubah secara drastic.
Tingkat keasaman di dalam aquarium
Berdasarkan pengalaman dan pemgamatan dari para pembiak ikan maskoki, tingkat keasaman yang dibutuhkan oleh ikan maskoki adalah pH normal, dan biasanya pH normal tersebut dilambangkan dengan pH 7.

Kandungan lumut dalam aquarium
Lumut termasuk sejenis gulma yang kehadirannya diharamkan di akuarium, karena merusak pemandangan. Penampilan ikan jadi kurang jelas, nuansa yang muncul dari aquarium  tidak bisa maksimal dilihat. Adanya lumut yang berlebihan juga menganggu pernafasan ikan, karena bisa tersedot kedalam insang.

Penempatan dan penyinaran aquarium
Penempatan aquarium di rumah tidak bisa seenaknya. Ada ketentuan yang harus dipatuhi agar keindahan aquarium beserta penghuninya bisa dinikmati secara jelas, dan juga mudah dalam perawatannya. Aquarium pada umumnya ditaruh dalam ruang keluarga, ruang santai, dan ruang tamu. 

Saturday, February 5, 2011

Mengenal Ikan New Ching Hwa Kamalau

Ikan Lau Han dari “Negeri Ching Hwa, kian hari kian eksotis dan menjadi bahan perbincangan yang tiada habisnya dikalangan bobiis ikan Lau Han.Ching Hwa baru muncul, menambah marak jenis ikan dengan ciri khas kepala nonong dan mutiara berwarna yang menempel pada tubuh ikan mahal tersebut. Ikan New Ching Hwa Kamalau merupakan tren yang sangat dicari-cari dan digandrungi oleh hobiis ikan. Nama kamalau sendiri berasal dari daerah Ipoh, sebuah daerah yang banyak dihuni oleh suku Canton, yang terletak di selatan Negara Malaysia. Kamalau sendiri berarti Kera Emas. Bahkan ikan dengan arti kera  itu, ikan New Ching Hwa Kamalau juga jarang ditemukan.

Kalau diperhatikan secara mendetil, ikan New Ching Hwa Kamalau memang mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan Ching Hwa jenis lainnya. Pada bagian tubuh ikan New Ching Hwa Kamalau, sangat banyak mutiara dengan ukuran besar. Tapi, meski mutiara tersebut tidak tertata dengan rapi, seperti pada ikan Ching Hwa pada umumnya, justru menambah nilai eksotis ikan New Ching Hwa Kamalau, karena mutiara yang tidak beraturan tersebut berwarna kuning keemasan, sehingga sangat indah dan menyolok.

Pilihan warna ikan New Ching Hwa Kamalau hanya dua sampai tiga macam saja. Kebanyakan ikan New Ching Hwa Kamalau berwarna ungu. Namun, ikan New Ching Hwa Kamalau dua warna, yaitu kuning dan merah, lebih disukai oleh para penghobi.
Karakteristik ikan New Ching Hwa Kamalau yang perlu menjadi perhatian hobiis ikan adalah sebagai berikut:
  1. Bentuk kepala: pada bagian kepala atau wajah ikan tetap pada New Ching Hwa, yang rata-rata bentuk ikan wajah ikan tersebut Baby Face.
  2. Mata: dibagian mata ikan New Ching Hwa Kamalau rata dengan muka ikan tersebut sehingga dipandang enak sekali.
  3. Sirip atas dan bawah: untuk sirip bagian atas dan bawah memanjang ke belakang dan menyatu dengan ekor ikan.
  4. Nonong: rata-rata, bentuk nonong yang ada jenis ikan New Ching Hwa Kamalau ini tidak begitu menonjol.
  5. Warna: jika seekor ikan New Ching Hwa Kamalau berwarna ungu, biasanya seluruh tubuh ikan tersebut juga berwarna ungu. Tetapi, ada juga ikan New Ching Hwa Kamalau yang bewarna ungu pada bagian kepala dan bagian tubuh saja. Sedangkan ikan New Ching Hwa Kamalau yang mempunyai warna kuning dan merah, biasanya warna kuning lebih dominan, yaitu sebesar kurang lebih 70 %, dan bagian merahnya kurang lebih 30%.
  6. Marking: pada jenis ikan New Ching Hwa Kamalau, marking-nya tidak begitu menonjol bahkan bisa dibilang hilang, karena marking tidak begitu jelas dan ukurannya kecil sekali, hanya berbentuk bintik-bintik, dan paling banyak tiga.
  7. Ekor: New Ching Hwa Kamalau tidak meninggalkan cirri ekor Ching Hwa, yaitu melebar seperti kipas, yang menyatu dengan sirip ikan bagian atas dan bawah.

Monday, January 24, 2011

Ikan Olympus Phonix dan Cara Pemeliharaannya

Olympus Phonix merupakan hasil persilangan antara spesien ikan, yaitu Paratheraps synspillum dengan Olympus. Ikan Olympus sendiri merupakan hasil persilangan antar spesies, yaitu antara Amphilopus citrinellum dengan Parachromis managuense.
Olympus Phonix memiliki warna yang sangat mengagumkan, ikan ini juga banyak memiliki kelebihan dibandingkan ikan hibrida lain. Karena coraknya yang sangat bervariasi, sehingga tampil menawan, relative tahan terhadap penyakit dan juga lebih mudah dalam perawatannya. Dengan kelebihan tersebut, ikan ini akan cepat mendapat perhatian dan menarik minat hobiis ikan hias air tawar untuk memeliharaannya.

Untuk pemeliharaan Olympus Phonix tidaklah sulit. Yang dibutuhkan adalah kasih sayang dan kesabaran, karena ikan Olympus Phonix perlu mendapatkan sentuhan pemeliharaan. Jika kita memeliharanya di akuarium, sebaiknya disesuaikan dengan jumlah ikan. Ukuran ideal akuarium yang dibutuhkan antara lain 60x30x40 cm, 80x40x45 cm, 100x40x50 cm, 150x50x50 cm, atau 200x50x50 cm.

Air untuk pemeliharaan di akuarium, bisa diambil dari sumur PDAM. Untuk menjaga kualitas air akuarium, air terlebih dahulu harus diendapkan dalam bak penampungan selama minimal 24 jam dan diberi aerator. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kandungan O2  dan memecah CO2, untuk mengurangi kandungan kaporit dalam air, kita bisa menggunakan natrium trisulfat.

Pakan ikan Olympus Phonix sebaiknya diberikan dua kali setip hari, dan pakan harus mengandung zat yang dibutuhkan oleh ikan Olympus Phonix, diantaranya adalah protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Untuk ikan Olympus Phonix dan ikan jenis lainnya, dikenal dua jenis pakan, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Untuk pakan alami, kita bisa memberikan jentik-jentik nyamuk, udang, cacing sutra, dan ikan kecil, sedangkan pakan buatan banyak diperoleh dipasaran penjual ikan hias. Pemberian pakan harus diselang-seling, agar perkembangan ikan Olympus Phonix menjadi lebih baik. Kebutuhan pakan disesuaikan dengan besar kecilnya postur ikan Olympus Phonix. Untuk ikan berwarna merah, bisa diberikan pakan tambahan yang mengandung zat warna, sedangkan untuk ikan yang berwarna pelangi, berikan pakan tambahan yang mengandung spirulina (ganggang hijau). 


Baca Juga:
Tips Membangun Kolam Impian

Friday, January 21, 2011

Tips Membangun Kolam Impian

Jika kita ingin memiliki sebuah kolam ikan yang indah, didalam taman, langkah pertama yang harus diambil adalah memilih tempat yang tepat dan cocok untuk dibangun sebuah kolam ikan. Desain kolam itu sendiri bervariasi, tergantung selera diri kita dan bagaimana persepsi tentang kolam impian yang akan kita bangun. Tetapi sebelum para arsitek kolam membangun kolam impian kita, mereka juga harus memikirkan  tentang kebutuhan biologis ikan dan tanaman, yang nantinya menjadi penghuni kolam tersebut. Kebutuhan biologis ini, seharusnya menjadi per ioritas utama, sebelum kita membangun sebuah kolam yang indah, asri dan menakjubkan. Adapun kebutuhan biologis bagi ikan dan tanaman tersebut adalah:

Suplai Oksigen
Oksigen sangat esensial bagi perkembangan organisme yang ada di dalam kolam. Menggunakan alat udara dan penjernih air, seperti filter dan pompa air, bisa meningkatkan kadar oksigen dalam kolam. Selain itu, disarankan untuk menanam tanaman yang bisa menghasilkan oksigen, dari hasil fotosintesa, seperti Hornwort atau Canadian Pondweed.

Kualitas Air
Kualitas air yang bagus, juga peranan yang penting untuk sebuah impian yang indah. Secara biologis, air bersih dan bening penting bagi organism didalam kolam, juga bagi ikan dan tanaman. Air yang tidak bersih dan tercemar, akan menyebabkan penyakit pada ikan dan menganggu pertumbuhan tanaman. Kualitas air kolam yang baik, berpengaruh pada kesehatan ikan dan tumbuhan itu sendiri. Untuk bisa mendapatkan kualitas air kolam yang bagus, kita harus melakukan beberapa tindakan, diantaranya adalah pembenahan filter untuk kolam, mengontrol aerasi (udara) kolam, mengganti (menguras) air kolam dalam jangka waktu tertentu, mengurangi pemberian pakan berlebihan, mencegah polusi pada air kolam, dan juga melakukan pengontrolan secara rutin terhadap kolam.

Temperatur Air
Pada sat temperatur air kolam meningkat, akan menyebabkan ikan dan organism yang ada didalam kolam menjadi sangat enerjik, dan menyebabkan kebutuhan akan oksigen juga meningkat. Jika hal ini terjadi, sebaiknya kita memberikan suplai oksigen lebih banyak kedalam kolam. Pada saat temperatur rendah, akan mengakibatkan stres pada ikan, yang bisa berakibat penyakit bahkan kematian. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan kedalaman minimum kolam kita. Untuk ikan koi, kedalaman minimum adalah 45 cm, dan untuk jenis ikan robusta kedalaman minimal yang dibutuhkan adalah 90 cm.


Baca Juga:
Ikan Olympus Phonix
 
Copyright 2010 Info Dunia. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates l Home Recordings l Studio Rekaman